Ketua MWCNU Sukorambi Hadiri Temu NU Sedunia ke-23 di Makkah, KH Cholil Nafis Soroti Penguatan Ekonomi Umat
![]() |
| Ketua MWCNU Sukorambi, Ust.Muhammad Sholeh, menghadiri Silaturahim dan Temu NU Sedunia ke-23 di Makkah, Arab Saudi, Senin (1/6/2026). |
NU SUKORAMBI, Makkah- Ketua MWCNU Sukorambi menghadiri kegiatan Silaturahim dan Temu NU Sedunia ke-23 yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Arab Saudi di Aula Hotel Safwat Al Sharooq, Makkah, Arab Saudi, Senin (1/6/2026). Kegiatan bertema "Khidmah Bersama, Ekonomi Berdaya" ini menjadi ajang silaturahim warga Nahdliyin dari berbagai negara sekaligus membahas penguatan ekonomi umat.
Kehadiran Ketua MWCNU Sukorambi dalam forum internasional tersebut menjadi sebuah kehormatan tersendiri. Di tengah momentum ibadah haji yang berlangsung bersamaan, perwakilan dari tingkat MWCNU yang hadir terbilang sangat terbatas.
Kehormatan bagi MWCNU Sukorambi
Ketua MWCNU Sukorambi mengaku bersyukur mendapat kesempatan untuk menghadiri kegiatan yang mempertemukan warga NU dari berbagai negara tersebut. Menurutnya, undangan kegiatan lebih banyak ditujukan kepada jajaran PCNU dan PCINU.
"Alhamdulillah Ketua MWC NU Sukorambi mendapat kehormatan untuk hadir dalam kegiatan Temu NU Sedunia ke-23 ini. Mungkin menjadi satu-satunya perwakilan MWC yang hadir, karena sebagian besar undangan ditujukan kepada PCNU maupun PCINU yang berbarengan dengan momentum ibadah haji," ujarnya.
Kehadiran tersebut sekaligus menjadi representasi warga Nahdliyin Sukorambi dalam forum yang membahas berbagai isu strategis organisasi, termasuk penguatan peran NU di tingkat global.
KH Cholil Nafis: Potensi Ekonomi NU Sangat Besar
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah pengarahan dari Ketua PBNU, KH Cholil Nafis. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama memiliki potensi ekonomi yang sangat besar.
Menurutnya, besarnya jumlah warga NU, jaringan kelembagaan yang luas, serta keberadaan pesantren dan lembaga pendidikan di berbagai daerah merupakan modal penting untuk membangun kemandirian ekonomi umat.
Namun demikian, potensi tersebut dinilai belum dikelola secara maksimal dan profesional. Akibatnya, kekuatan ekonomi warga Nahdliyin belum berkembang secara optimal dan belum memberikan dampak yang signifikan bagi kesejahteraan umat.
![]() |
| Ketua MWCNU Sukorambi, Ust.Muhammad Sholeh (Kanan), bersama Ketua PBNU KH Cholil Nafis di sela Temu NU Sedunia ke-23 di Makkah. |
Dorongan Mencintai Produk Umat Sendiri
KH Cholil Nafis juga menyoroti pola konsumsi masyarakat yang masih cenderung lebih menyukai produk dari luar dibandingkan produk yang dihasilkan oleh umat sendiri.
Menurutnya, salah satu tantangan yang harus dihadapi NU adalah membangun kesadaran kolektif untuk mendukung produk dan usaha milik warga Nahdliyin. Dengan meningkatnya kecintaan terhadap produk sendiri, maka perputaran ekonomi umat akan semakin kuat.
Ia mengajak seluruh elemen NU untuk memperkuat sektor ekonomi melalui peningkatan kualitas usaha, profesionalisme pengelolaan, serta membangun jaringan ekonomi yang saling mendukung antarwarga dan lembaga NU.
Kegiatan Temu NU Sedunia ke-23 diawali dengan istighasah dan tahlil, dilanjutkan pembukaan, pembacaan Al-Qur'an, menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Ya Lal Wathan, sambutan para tokoh, pengarahan PBNU, mauidhoh hasanah, hingga doa penutup. Forum ini menjadi momentum penting bagi warga Nahdliyin dunia untuk mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat komitmen membangun kemandirian ekonomi umat sesuai tema yang diusung, yakni Khidmah Bersama, Ekonomi Berdaya. (*)


Posting Komentar